Bandung - 23 Mei 2025 Dalam beberapa tahun terakhir, istilah SDGs atau Sustainable Development Goals sering terdengar dalam berbagai forum internasional, berita, dan media sosial. Namun, seberapa banyak dari kita—terutama mahasiswa—yang benar-benar memahami makna dan pentingnya tujuan ini?
SDGs adalah 17 tujuan global yang disepakati oleh semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015 sebagai bagian dari Agenda 2030. Tujuannya sederhana namun sangat ambisius: mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan bahwa semua orang dapat menikmati perdamaian dan kemakmuran. Tapi SDGs bukan hanya tentang pemerintah atau lembaga besar. Ini juga tentang kita. Tentang kamu, aku, dan setiap mahasiswa di seluruh dunia.
Kenapa Mahasiswa Harus Peduli?
Sebagai generasi muda, mahasiswa memiliki peran penting dalam membentuk masa depan. SDGs bukan sekadar konsep idealistis—ini adalah peta jalan menuju dunia yang lebih baik. Misalnya, SDG 4 berbicara tentang pendidikan berkualitas. Apakah kita tidak ingin semua anak di dunia bisa sekolah seperti kita? Atau SDG 13 tentang perubahan iklim—bukankah kita sudah merasakan panas yang tidak biasa, banjir lebih sering, atau cuaca ekstrem lainnya?
Mahasiswa adalah agen perubahan. Dengan akses ke ilmu pengetahuan, teknologi, dan jaringan sosial, kita punya modal besar untuk membuat perubahan nyata. Dan, dengan adanya media sosial, suara kita bisa menjangkau ribuan bahkan jutaan orang.
SDGs di Kehidupan Sehari-hari Mahasiswa
Mungkin kita merasa bahwa SDGs itu terlalu "jauh" dari kehidupan kita. Tapi coba lihat lagi. Apakah kamu pernah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai? Itu bagian dari SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Atau kamu aktif di organisasi kampus yang memperjuangkan kesetaraan gender? Itu adalah SDG 5.
Dengan kata lain, banyak dari kita sebenarnya sudah berkontribusi, hanya saja mungkin belum menyadarinya. Maka, penting untuk lebih sadar dan terarah dalam setiap tindakan kita. Contoh kecil lainnya: memilih transportasi umum (SDG 11 tentang kota berkelanjutan), menghemat listrik (SDG 7 tentang energi bersih), atau bahkan membuat konten edukatif tentang SDGs di media sosial.
Peran Kampus dan Komunitas Mahasiswa
Kampus memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu dan inovasi. Sudah banyak universitas di Indonesia yang mulai mengintegrasikan SDGs ke dalam kurikulum, penelitian, hingga pengabdian masyarakat. Misalnya, proyek pengabdian tentang energi terbarukan di desa-desa bisa menjadi implementasi dari SDG 7 dan 13.
Komunitas mahasiswa juga tidak kalah penting. BEM, UKM, dan organisasi lain bisa menjadi motor penggerak aksi nyata. Dari gerakan tanam pohon, kampanye hemat air, pengumpulan pakaian bekas, hingga seminar tentang kesetaraan sosial—semua bisa dikaitkan dengan SDGs. Bahkan, kompetisi antar mahasiswa untuk ide-ide inovatif berbasis SDGs juga semakin banyak diadakan.
Menghubungkan Passion dengan SDGs
Setiap mahasiswa punya passion yang berbeda. Ada yang suka menulis, membuat video, berdiskusi, meneliti, atau bahkan berwirausaha. Semua passion ini bisa dikaitkan dengan SDGs. Misalnya, jika kamu suka menulis, buatlah blog yang membahas isu-isu sosial dan lingkungan. Jika kamu suka teknologi, ciptakan aplikasi yang membantu pengelolaan sampah. Jika kamu bercita-cita menjadi pengusaha, pikirkan bisnis sosial yang menyentuh masalah kemiskinan atau pendidikan.
Dengan kata lain, kontribusi kita tidak harus besar atau spektakuler. Yang penting adalah konsisten dan berdampak. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan banyak orang.
SDGs Bukan Tentang Sempurna, Tapi Bergerak
Satu hal yang harus kita ingat: tidak ada yang sempurna. Kita semua belajar dan tumbuh. Yang penting adalah niat untuk terus bergerak dan berkontribusi. Bahkan satu tindakan kecil, jika dilakukan berjuta-juta orang, akan memberikan dampak yang luar biasa.
Mari kita bayangkan: bagaimana jika semua mahasiswa di Indonesia—lebih dari 8 juta orang—melakukan satu aksi nyata untuk SDGs setiap minggunya? Kita bisa mempercepat pencapaian tujuan global itu jauh lebih cepat.
Penutup: Waktunya Kita Bertindak
SDGs adalah tantangan sekaligus peluang. Tantangan untuk mengatasi masalah besar dunia, dan peluang untuk membuat dunia lebih baik dengan cara kita sendiri. Mahasiswa adalah kunci dari semua itu.
Jadi, mari kita ubah cara pandang kita. SDGs bukan tugas orang lain. SDGs adalah tentang kita. Tentang kamu. Tentang masa depan kita bersama.
Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang. Karena masa depan dunia ada di tangan generasi kita.
